Jumat, 25 April 2014

Friends Problem

Sahabat...
Satu kata yang mewakili banyak cerita. Susah, sedih, senang, kesal dan lain - lain. Persahabatan dimulai dari teman atau kenalan, berlanjut melalui kecocokan dalam satu atau dua hal dan mungkin juga karena kita sudah lama mengenal mereka dan selalu bertemu disetiap kesempatan. Selanjutnya, kita sudah dapat mengenal kepribadian calon - calon sahabat kita. Ya, simpel untuk mencari sahabat. 
Yang menjadi masalah dalam persahabatan adalah ketika salah satu dari sahabat menyukai sesama sahabat, menyukai dalam hal percintaan maksudnya. Menurut gw sih itu normal, ga ada yang salah. Tapi, buat gw, sahabat itu bagai keluarga gw yang baru. Jadi kalo gw(misalkan) "naksir" sama sahabat gw sendiri, gw lebih baik memendam perasaaan itu sedalam - dalamnya. Berusaha sekuat tenaga buat melakukan kalibrasi antara otak dan hati. Oke kita balik ke awal..., jadi dalam proses mencari sahabat gw udah punya "box" nya masing - masing. Mana yang akan gw pilih untuk jadi sahabat gw kelak, mana yang buat temen aja dan mana yang gw pilih untuk gw "taksir". "Friendzone" ini lah yang menjadi pembatas gw dalam berteman. Ini sangat berguna disaat gw deket sama sahabat yang gw suka secara khusus, jadi ga canggung.
Jadi yang bisa gw simpulkan, itu masalah sepele, ga harus dibesar - besarkan. Kalo emang udah ga bisa ditahan lagi perasaan itu, ya ungkapin aja. gw yakin sahabat lo juga bakal ngerti kok. Jadi ga canggung lagi kan. Ya begitu lah jadi "Cintai sahabat layaknya sahabat, bukan kekasih". 

23 April 2014

rai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar